MAKALAH KIMIA
Minyak Tanah
Tahun ajaran
2012-2013
Jl.
Bhayangkara Km. 1 Pelabuhan Ratu
Agung Ferryanto
Adi Mulyana
Zefila Atryudha
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan
kehadirat Allah SWT, yang atas rahmat-Nya maka kami dapat menyelesaikan
penyusunan makalah yang berjudul “Minyak Tanah”. Penulisan makalah adalah
merupakan salah satu tugas dan persyaratan untuk menyelesaikan tugas mata pelajaran
Kimia Semester II di SMAN 1 Pelabuhan Ratu.
Adapun di dalam makalah ini kami membahas tentang
:
Minyak Tanah
Dalam penulisan makalah ini,
kami merasa masih banyak kekurangan-kekurangan, baik pada teknis penulisan
maupun materi, mengingat akan kemampuan yang kami miliki. Untuk itu kritik dan
saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan
makalah ini.
Akhirnya kami berharap semoga makalah ini
membantu teman-teman mengetahui secara garis besar tentang Minyak Tanah. Terimakasih
kami ucapkan atas waktunya untuk membaca makalah kami.
BAB I
1. Latar Belakang
Minyak Tanah memiliki peran penting
dalam kehidupan kita. Ia digunakan untuk. Bahan pembakaran
Oleh karena itu, dalam laporan ini akan dibahas lengkap segala sesuatu yang
berkaitan denagn minyak Tanah.
2. Permasalahan
a.
Berapa pasokan Minyak Tanah
b.
Berapa harga yang di jual ke konsumen
c.
Perhari bisa laku sampai berapa liter terjual
d.
Dari mana penyuplai nya
e.
Penjualan Minyak Tanah dari kapan
Berdasarkan rumusan masalah di atas
maka tujuan kami adalah sebagai berikut:
a. Mengetahui
berapa pasokan Minyak Tanah
b. Mengetahui
berapa harga yang di jual ke konsumen
c. Mengetahui
perhari bisa laku sampai berapa liter terjual
d. Mengetahui
dari mana penyuplainya
4. Manfaat
Supaya kita dapat mengetahui keadaan Minyak
Tanah
a.
Latar belakang
b.
Permasalahan
c.
Tujuan
d.
Manfaat
e.
Sistematika Penulisan
BAB II LANDASAN TEORI
a.
Pengertian Minyak Tanah
b.
hidrokarbon
BAB III METODELOGI
a.
Waktu penelitan
b.
Tempat penelitian
c.
Tenaga penelitian
d.
Metode
e.
Alat dan bahan
f.
Langkah kerja
BAB IV DATA PENGAMATA DAN
ANLISIS DATA
a.
Data pengamatan
b.
Analisis data
BAB V PENUTUP
a.
Kesimpulan
b.
Saran
DAFTAR PUSTAKALAMPIRAN
BAB II
Landasan Teori
A.
Pengertian Minyak tanah
Minyak tanah (bahasa Inggris: kerosene atau paraffin)
adalah cairan hidrokarbon yang tak berwarna dan mudah terbakar.
Dia diperoleh dengan cara distilasi fraksional dari petroleum pada 150 °C and 275 °C (rantai karbon dari C12 sampai C15). Pada suatu
waktu dia banyak digunakan dalam lampu minyak tanah tetapi sekarang utamanya digunakan
sebagai bahan bakar mesin jet (lebih teknikal Avtur, Jet-A, Jet-B,
JP-4 atau JP-8). Sebuah bentuk dari minyak tanah dikenal sebagai RP-1 dibakar dengan
oksigen cair sebagai bahan bakar roket. Nama kerosene diturunkan dari bahasa Yunani keros (κερωσ, malam).
Biasanya,
minyak tanah didistilasi langsung dari minyak mentah membutuhkan perawatan
khusus, dalam sebuah unit Merox atau hidrotreater, untuk mengurangi kadar belerang dan pengaratannya. Minyak tanah
dapat juga diproduksi oleh hidrocracker, yang digunakan untuk memperbaiki
kualitas bagian dari minyak mentah yang akan bagus untuk bahan bakar minyak.
Penggunaanya
sebagai bahan bakar untuk memasak terbatas di negara berkembang, setelah melalui proses penyulingan
seperlunya dan masih tidak murni dan bahkan memilki pengotor (debris).
Avtur (bahan bakar mesin jet) adalah minyak tanah dengan spesifikasi yang diperketat,
terutama mengenai titik uap dan titik beku.
B.
Hidrokarbon
Hidrokarbon adalah sebuah senyawa yang terdiri dari unsur atom karbon (C) dan atom hidrogen (H). Seluruh hidrokarbon
memiliki rantai karbon dan atom-atom hidrogen yang berikatan dengan rantai
tersebut. Istilah tersebut digunakan juga sebagai pengertian dari hidrokarbon alifatik.
Sebagai contoh, metana (gas rawa) adalah hidrokarbon dengan satu atom karbon dan empat atom hidrogen:
CH4. Etana adalah hidrokarbon (lebih
terperinci, sebuah alkana) yang terdiri dari dua atom karbon bersatu dengan
sebuah ikatan tunggal, masing-masing mengikat tiga atom karbon: C2H6.
Propana memiliki tiga atom C (C3H8)
dan seterusnya (CnH2·n+2).
BAB III
Metodelogi
Waktu penelitian :
23-Maret-2013
Tempat penelitian
:Pasar Citarik
Tenaga Peneliti :
Hamdun Permana
Adi
Mulyana
Agung
Ferryanto
Zefila
Atryudha
Metode :
Wawancara
Alat dan bahan :
Minyak Tanah
Buku
Balpoin
Langkah Kerja : Pertama-tama kami
mempersiapkan alat dan bahan berupa buku dan balpoin lalu mempersiapkan materi
materi nya yang akan di tanyakan, kami langsung menuju tempat yang mejadi nara
sumber kami,kami langsung memberitahu tujuan kami datang ke tempat narasumber,
kemudian kami mempertanyakan pertanyaan yang akan di tanyakan, setelah itu
kami kami mencatat apa yang di dapat
dari nara sumber kami, dan setelah itu selesai kami mengucapkan terima kasih
atas waktu yang ia berikan lalu bergegas pulang dan merumuskan semua yang tadi
di dapat.
BAB IV
DATA PENGAMATAN DAN ANALISIS DATA
A.
Data pengamatan
Sumber A
-
Pasokan 10 drum per bulan
-
Harga Murni Rp. 13.000,00
-
Penyuplai PT Pertamina
-
Laku per hari 50-70 liter
Sumber B
-
Harga miyak terlalu mahal
-
Minyak susah dicari
-
Lebih memilih GAS LPG dari pada minyak tanah
karena harganya murah dan mudah dicari
B.
Analisis data
Dari sumber A & sumber B kami dapat menyimpulkan bahwa minyak tanah
sekarang sudah jarang penggunanya dan harganya pun relatif sangat mahal dan pedagang
cukup sulit untuk mencari minyak tanah, dan membuat pedagang lebih memilih GAS
LPG.
LAMPIRAN
Sumber A
-
Pertanyaan :
Berapa pasoka minyak tanah per bulan
Jawab : 10 Drum per bulan
-
Pertanyaan :
Berapa harganya pe liter
Jawab : Harga Rp.
13.000,00 liter
-
Pertanyaan :
Dari mana penyuplainya
Jawab : PT Pertamina
-
Pertanyaan :
Laku terjual perhari berapa
Jawab : Perhari 50-70 liter
Sumber B
-
Pertanyaan :
Kenapa bapak tidak memakai minyak tanah sebagai bahan bakar ……?
Jawab : Karena harga miyak
terlalu mahal dan susah dicarinya
-
Pertanyaan :
Kenapa pak lebih memilih GAS LPG dari pada minyak tanah ………?
Jawab : harganya murah dan
mudah dicari
BAB V
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Dari
data pengamatan diatas dapat dii simpulkan bahwa minyak tanah sekarang di
Indonesia sudah langka dan jarang penggunanya, dan karena kelangkaannya membuat
minyak tanah menjadi mahal harganya, dan membuat para penduduk kalangan bawah
dan pedagang sulit untuk mendapatkan minyak tanah.
B.
Saran
Saran dari
kami adalah supaya penggunaan minyak tanah digunakan dengan seperlunya, dan
kalo bisa beralih saja ke GAS LPG.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar